Pasar Saham Utama Eropa Menguat


INILAHCOM, London  - Pasar saham utama Eropa membuka menguat, Rabu (23/12/2015). Itu karena saham pertambangan dan minyak naik tajam terdorong harga komoditas yang lebih mantap.

Indeks acuan FTSE 100 di London naik 0,9 persen menjadi 6.137,1 poin dibandingkan dengan penutupan Selasa.

Di zona euro, indeks DAX 30 di Frankfurt naik 1,3 persen menjadi 10.623,6 poin dan indeks CAC 40 di Paris bertambah 1,0 persen menjadi diperdagangkan pada 4.614,3 poin. [tar]



Read More : Pasar Saham Utama Eropa Menguat.



Presiden Diminta Tindaklanjuti Hasil Pansus Pelindo II


Presiden Jokowi diminta menindaklanjuti rekomendasi DPR.

Read More : Presiden Diminta Tindaklanjuti Hasil Pansus Pelindo II.



Aturan Menteri Susi Dinilai Merugikan, Ini Komentar KKP


Sebagian pemerintah daerah telah menetapkan wilayah sejauh 4 mil sebagai wilayah konservasi.

Read More : Aturan Menteri Susi Dinilai Merugikan, Ini Komentar KKP.



Paket VIII Keluar, Pemerintah Ingin Harga Tiket Pesawat Turun


Pemerintah telah mengumumkan paket kebijakan VIII di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Read More : Paket VIII Keluar, Pemerintah Ingin Harga Tiket Pesawat Turun.



2 Investor Bakal Bangun Pabrik Petrokimia Rp 22 Triliun


investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik petrokimia yang menghasilkan metanol Rp 8 triliun. Jika produksi dilanjutkan hingga olefin, Rp 14 triliun.

Read More : 2 Investor Bakal Bangun Pabrik Petrokimia Rp 22 Triliun.



BPK: Negara Dilarang Bisnis dengan Rakyat


INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasih mengatakan, sesuai amanat konstitusi, negara dilarang berbisnis dengan rakyat, karena negara milik rakyat.

"Negara ini kan tidak boleh berbisnis dengan rakyat. Jadi, secara institusi negara tidak bisa berbisnis dengan rakyat," kata Achsanul dalam sebuah seminar di Kampus Universitas Pancasila, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Menurut Achsanul, satu-satunya cara agar diperkenankan berbisnis dengan rakyat, negara harus membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kalau negara berbisnis dengan rakyat maka dibentuklah BUMN, maka dibentuklah perusahaan BUMN. Artinya BUMN ini bisa berbisnis dengan siapapun. Berbisnis dengan rakyat, mengelola sumber daya alam, dan sebagainya untuk kepentingan rakyat," kata Achsanul.

Menurut Achsanul, mandat kepada Presiden Joko Widodo adalah, mengelola negara dengan benar. Baik aset, harta, dan sebagainya. "Lalu presiden memberi mandat kepada Menteri Keuangan untuk memegang saham di BUMN. Barulah BUMN tersebut bisa berbisnis dengan rakyat," kata Achsanul.

Hal sepele ini, kata Achsanul, harus dipahami, bahwa bisnis BUMN itu adalah bisnis untuk kepentingan rakyat. "Maka saya mengatakan bisnis BUMN adalah Indonesia Incorporated. Sebuah negara yang memiliki  aset Rp 4.500 triliun," kata Achsanul.[ipe]

#BUMN #Berita #RiniSoemarno #IgnasiusJonan #soekarnohatta #PTKAI #bandara #jakarta #pesawat #airport #Penerbangan #bandung  
#pariwisata #Indonesia #wisata #Hotel #bali #jakarta #bdg #Surabaya #Bogor #Cipali #TOL #Pantura #MenPU #loker #job #Lowongan #tepokjidat #Gerindra #PresidenJokowi #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY #Megawati #capres #negara #Indonesia

 



Read More : BPK: Negara Dilarang Bisnis dengan Rakyat.



Saatnya Hotel Lokal Merebut Pasar (1)


Industri perhotelan Tanah Air terus bertumbuh. Operator hotel, baik lokal maupun internasional mewarnai pertumbuhan itu. Seberapa besar peluang operator lokal merebut pasar ?

Read More : Saatnya Hotel Lokal Merebut Pasar (1).