Tabungan Pos Berpotensi Serap Rp530 M
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil meminta PT Pos Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika mengkaji kembali rencana aktivasi tabungan pos, mengingat serapan dana masyarakat dari usaha tersebut bisa melebihi Rp530 miliar.
"Jika memang ada ide untuk tabungan pos ini silakan PT Pos mengkaji kembali. Namun perlu dilihat juga keadaan industri jasa keuangan sekarang yang sudah semakin ramai dengan produknya," kata Sofyan seusai mengadakan pertemuan dengan Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Poernomo serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Sofyan mengatakan, angka potensi dana yang terserap tersebut berdasarkan survei PT. Pos Indonesia yang dilakukan hanya di 20 wilayah. Jika PT Pos serius untuk menggarap kembali tabungan pos tersebut, Bappenas bisa membantu dengan memetakan wilayah-wilayah yang potensial untuk menjadi sasaran tabungan Pos, dan juga penyusunan regulasinya.
"Dari sisi regulasi, misalnya, jika ada hambatan juga, nanti akan kami berikan fondasi regulasi. Namun, sebaiknya kita serahkan kepada PT. Pos untuk mengkaji secara matang rencana itu," ujarnya.
Menurut Sofyan, hal yang perlu diperhatikan PT Pos adalah ketertarikan masyarakat terhadap tabungan pos itu sendiri. Saat ini, lanjut Sofyan, produk keuangan modern sudah membanjiri pasar finansial. Hal tersebut, menurut dia, akan menyulitkan PT. Pos untuk bisa bersaing.
"Di daerah juga sudah banyak produk bank nirkantor (branchless banking). Jadi perlu dipikirkan kembali peta persaingan sektor jasa keuangan," kata dia.
Selain itu, likuiditas masyarakat yang ditampung lewat tabungan pos juga, kata Sofyan, hanya dapat digunakan untuk pendanaan jangka pendek. Untuk pemanfaatkan likudiitas menjadi sumber pembiayaan pembangunan, dibutuhkan pasokan likuditas yang bisa memberikan pendanaan berjangka panjang.
"Untuk tabungan pos biasanya kan, tabungan keluarga, pendidikan, likudiitas yang berjangka pendek," ujarnya.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT. Pos Indonesia Poernomo mengatakan, uji coba tabungan pos ini akan dilakukan pada Januari 2016. "Akan kami lakukan di 30 kota," ujar dia singkat.
Sementara, Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, selain tabungan pos, PT. Pos juga seharusnya bisa merambah ke bisnis layanan antar barang di industri perdagangan daring atau elektronik (e-commerce).
Apalagi, kata Rudi, bisnis "e-commerce" akan sangat potensial dan memiliki pasar yang luas. Rudi meminta PT. "Mereka harus tetapkan posisis pasarnya (positioning) agar mereka dapat peran signifikan secara bisnis dari 'e-commerce' ini. PT Pos adalah organisasi bisnis yang paling kuat dari sisi logistik. Kompetensi ini harus dipertajam dalam.konteks 'e-commerce'," ujarnya. [tar]
Read More : Tabungan Pos Berpotensi Serap Rp530 M.
0 komentar:
Posting Komentar